Kisah Tentang Orang Terpandai Di Dunia

Seorang dokter, pengacara, anak kecil dan imam sedang dalam penerbangan dengan pesawat pribadi. Tak disangka, pesawat mengalami gangguan mesin. Setelah pilot melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya tapi tidak berhasil, pesawat mulai meluncur turun. Akhirnya pilot meraih parasut dan berteriak kepada penumpang bahwa mereka lebih baik melompat. Pilot itu lalu melompat duluan.

Sayangnya, hanya ada tiga parasut tersisa.

Si dokter meraih salah satu parasut dan berkata, “Saya seorang dokter, saya menyelamatkan nyawa, jadi saya harus hidup.”. Lalu ia melompat keluar.

Si pengacara kemudian berkata, “Saya pengacara dan pengacara adalah orang-orang terpandai di dunia. Saya berhak untuk hidup.”. Lalu ia juga meraih parasut dan melompat.

Si imam memandang anak kecil dan berkata, “Anakku, aku sudah menjalani kehidupan yang panjang dan penuh arti. Kau masih muda dan memiliki masa depan yang panjang. Ambillah parasut, dan hiduplah dalam kedamaian. ”

Si anak kecil menyerahkan parasut kembali kepada imam dan berkata, “Tidak perlu khawatir Bapak. Yang diambil barusan oleh orang terpandai di dunia adalah tas punggung saya. “

Sadarlah bahwa Anda Tidak Sendiri

Sadarlah bahwa Anda Tidak Sendiri

Jika anda merasa kesepian biasanya hal ini bukan karena tidak ada orang lain di sekitar anda, namun karena di dalam hati anda tidak ada seseorang.

Anda bisa kehilangan masa-masa yang berharga yaitu ketika pada suatu saat anda merasa enggan untuk memberikan bantuan pada orang lain yang lebih membutuhkan.

Pada saat memberikan bantuan, tanpa disadari anda sudah menjalin hati antara anda dan orang lain dengan dawai emas yang tidak terlihat. Dawai tersebut bernama persaudaraan.

Semakin banyak dawai yang anda jalin maka rasa kesepian akan semakin jauh dari hati anda karena dawai-dawai tersebut akan mendentingkan nada-nada yang bisa menghibur dan mengisi jiwa anda.

Cobalah untuk bangkit lalu tebarkan senyuman dan uluran tangan anda. Sebuah garis senyuman dan tatapan mata yang bersahabat cukup untuk membuat anda sadar bahwa anda sama sekali tidak sendiri.

Mencari Kesempurnaan

Mencari Kesempurnaan

Pada suatu hari ada seorang pria yang sangat tampan dan merasa yakin bahwa Tuhan pasti mengirimkan jodoh padanya berupa seorang wanita yang sangat cantik dan sempurna.

Sejak saat itu pria ini berusaha mencari jodohnya dengan pergi berkeliling hingga dirinya tiba di suatu desa yang terpencil.

Pria ini bertemu dengan seorang petani yang mempunyai 3 orang anak yang semuanya adalah wanita yang sangat cantik.

Lalu pria tersebut menemui bapak petani dan berkata bahwa ia ingin sekali untuk menikahi salah satu dari putrinya. Namun sayangnya pria ini bingung dan tidak tahu mana yang paling sempurna untuknya.

Sang Petani memberi saran untuk mengencani mereka semua satu persatu secara bergantian dan pria ini pun setuju.

Pada hari pertama ia pergi dengan anak pertama hanya berduaan. Setelah mengantarkan anak pertama pulang ia berkata kepada bapak Petani, ”Ternyata anak bapak yang pertama mempunyai satu cacat kecil, yaitu jempol kanannya lebih besar daripada jempol kaki kirinya.”

Pada hari kedua pria ini pergi berduaan dengan anak yang kedua dan setelah mengantarkan anak kedua pulang ia berkata kepada bapak Petani,”Ternyata anak bapak yang kedua juga mempunyai cacat yang sebenarnya sangat sepele yaitu matanya agak juling.”

Setelah itu pada hari ketiga pria ini pergi berduaan dengan anak yang ketiga. Setelah pulang ia sangat merasa gembira dan berkata pada Petani, “Ini dia yang saya cari-cari selama ini. Anak bapak yang ketiga sangat sempurna.”

Lalu pria tersebut menikahi anak ketiga Petani. Setelah melewati 9 bulan pernikahan, si Istri melahirkan bayinya.

Pria tersebut menyaksikan kelahiran anak pertamanya dengan penuh kebahagiaan. Namun pada saat anaknya lahir ia merasa kecewa sekaligus kaget karena ternyata anaknya sangat jelek.

Akhirnya pria tersebut pergi menemui bapak Petani dan bertanya, “Saya tampan dan anak bapak cantik, tapi kenapa anak saya bisa jelek seperti ini ??”

Bapak Petani menjawab,”Sebenarnya anak saya yang ketiga mempunyai satu cacat kecil yang tidak terlihat . Waktu itu Ia sudah hamil duluan…..”

 

Renungan :

Jika kita selalu mencari kesempurnaan maka bersiap-siaplah untuk merasa kecewa. Namun jika anda mau menerima kekurangan maka segala sesuatunya akan terasa istimewa.